Anda pengunjung ke: page counter Marilah kita sikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana, dan jangan terprovokasi untuk dipecah belah

Ngamen

Hari Sabtu dan Minggu adalah harinya tukang ngamen…itulah hari rutin saya di rumah nyiapin duit kecil untuk para pengamen yang datang ke rumah..Tapi dari sekian banyak pengamen yang suka datang,saya perhatikan ada yang serius nyanyi,ada yang tidak serius pastilah…. Yang tidak serius,nyanyi asal asalan,suaranya bikin sakit kuping, pakaiannya juga berantakan, dan gayanya sedikit maksa…bahkan ada yang bergaya Punk..hadeuh…Yang seperti gini biasanya, baru datang, gonjreng2…langsung saya suruh anak laki saya keluar ngasih uang logam,biar cepet pergi, dan biasanya kasih "cepek" juga pergi dengan ngedumel…gak pake terima kasih lagi.. Tapi ada yang datang dengan rapih,dengan salam, sopan sekali, dan ternyata suaranya gak kalah sama Ariel Peterpan,ato afghan..(hehe..agak lebay ya…)..Tapi biasanya kalau dia datang, saya tunda ngasih duitnya, saya siapin agak besar, bukan logam deh.., sampai lagunya selesai.. Selain suara dan lagunya enak, saya dalam hati ingin anak muda itu suatu saat bisa sukses dengan berlatih dan bisa menghargai uang yang diberikan atas jerih payahnya, bukan karena sebel atau belas kasihan. Dan biasanya dia langsung bersyukur dan pergi dengan sopan…. Saya juga seneng.. Tapi lama lama.. anak laki saya nanya,”pah kenapa sich yang baik, juga nyanyinya bagus malah ditunggu lagunya selesai,kan kasian jadi nunggu dianya..”Tapi kan papa ngasih agak besar.., biarin dia nunggu juga, dia dapat dari hasil kerjanya.””Iya sich…tapi kasian aja.”…Nah..kesempatan ngasih nasehat untuk anak lakiku ini aku pikir…”Nak kamu tau gak, tidak semua keinginan yang langsung diberikan Allah itu berarti Allah cinta pada hamba yang meminta itu, begitu juga keinginan hambanya yang ditunda-tunda atau diganti Allah itu karena Allah benci sama kita…”Gambarannya seperti tukang ngamen yang sering datang tuh….Kalo yang nyeremin dan bikin sebel kan langsung kita kasih, kita ngasih kan bukan karena seneng, tapi biar cepet pergi…Tapi kalau yang datang baik,sopan dan lagu serta suaranya enak didengar, kita tunda sampai lagu selesai, tapi kita kasih agak besar..”….”Jadi Maksudnya…??” Saya tertawa.“Bisa saja ALLAH juga berlaku begitu pada kita, para hambaNya. JIka ada manusia yang fasik, keji, mungkar, banyak dosa, dan dibenciNya berdoa memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat : Cepat berikan apa yang dia minta. Aku risi mendengar pintanya!”“Tapi,Kalau yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintaiNya, yang giat beribadah, yang rajin bersedekah, yang menyempurnakan wajib dan menegakkan yang sunnah; maka mungkin saja ALLAH akan berfirman pada malaikatNya :Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya. Sungguh Aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hambaKu ini terus meminta, terus berdoa, terus menghiba. Aku menyukai doa-doanya. Aku menyukai kata-kata dan tangis isaknya. Aku menyukai khusyuk dan tunduknya. Aku menyukai puja dan puji yang diucapkannya. Aku tak ingin dia menjauh dariKu setelah mendapat apa yang dia pinta. Aku mencintainya.Jadi jangan kaget,kalau kita rajin ibadah,sepertinya doa kita gak di Kabul Kabul,ditunda atau diganti,yang pasti Allah akan menjawab doa kita…. " Saat Allah menjawab doamu Dia meminta imanmu Saat Allah belum mejawab doamu Dia meminta kesabaranmu Saat Allah menjawab tapi bukan doamu Dia memilihkan yang terbaik untukmu.. Oleh : Irawan Budi http://ldii.or.id/in/nasehat-mainmenu-37/768-ngamen.html

Detiknews

Loading...