<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432</id><updated>2011-07-08T10:07:25.668-07:00</updated><category term='islam'/><category term='Abdullah Syam'/><category term='ldii'/><category term='anomali'/><category term='mui'/><title type='text'>LDII Cipayung Jakarta Timur</title><subtitle type='html'>Pengurus Cabang LDII Kecamatan Cipayung terdiri dari 8 (delapan) PAC yaitu:
PAC Lubang Buaya, 
PAC Cilangkap,
PAC Ceger, 
PAC Cipayung, 
PAC Munjul,
PAC Pondok Ranggon,
PAC Setu,
PAC Bambu Apus</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-6286389167655466183</id><published>2011-04-17T23:30:00.001-07:00</published><updated>2011-04-17T23:33:59.114-07:00</updated><title type='text'>Hisab Diri</title><content type='html'>&lt;meta charset="utf-8"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="  color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; font-family:'Lucida Sans Unicode', Tahoma, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:11px;"&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 11px; "&gt;&lt;img src="http://nuansaonline.net/images/stories/hisabdiri.jpg" width="258" height="219" hspace="6" alt="Image" title="Image" border="0" style="float: left; " /&gt;Haasibuu anfusakum qobla an tuhaasabuu – Hisablah diri kamu sekalian (sekarang, di dunia) sebelum kalian dihisab (nanti, di akhirat). Demikian bunyi sebuah hadits. Saat ini bulan Desember. Pergantian tahun tinggal menghitung hari. Tiba saatnya untuk menghisab diri atas semua amal perbuatan selama setahun yang lalu. Untuk apa? Pertama, untuk meningkatkan amalan yang sudah benar, dan mensyukuri bisa mengamalkannya. Kedua, untuk memperbaiki amalan yang masih salah, dan mentaubatinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa perlu hisab diri? Di sebuah ormas saja Ketua Umum DPP, Ketua DPD Provinsi, Kabupaten, Kota, Ketua PC dan PAC memberikan LPJ alias Laporan Pertanggung-Jawaban. Bedanya, LPJ disampaikan didalam forum Munas alias Musyawarah Nasional atau Musda alias Musyawarah Daerah dst, sedangkan hisab diri cukup dilaporkan hanya kepada diri sendiri, dan hanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dihisab diri?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rukun Iman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rukun iman adalah percaya kepada: 1-Allah, 2-malaikat, 3-kitab, 4-rasul, 5-kiamat, dan 6-qodar. Terminologi rukun iman berasal dari sebuah hadits dimana Malaikat Jibril menampakkan diri sebagai seorang tua dan datang kepada Nabi dan menanyakan “Mal iimaan? - Apakah iman?”. Orang tua tadi kemudian menjawab sendiri pertanyaannya bahwa iman adalah percaya kepada 6 perkara itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 11px; "&gt;&lt;br /&gt;Apakah keimanan kepada Allah selama ini sudah benar? Tidak menyekutukan dengan sembahan lain? Tidak menganggap ada dzat lain yang menyamai apalagi melebihi Allah? Dst., dst., tentang iman kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah selama ini amalan karena Allah selalu terjaga? Apakah ketika mengamalkan suatu amalan diiringi perasaan riya (ingin dilihat orang) dan sum’ah (ingin didengar orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ketika tampil ingin disebut jarii’un alias pemberani? Apakah ketika infaq- shodaqoh ingin disebut jawaadun alias dermawan? Apakah ketika mengajarkan ilmu ingin disebut ’aalimun alias orang pandai? Apakah ketika membaca Al-Quran ingin disebut qoori-un alias qori bersuara indah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana keimanan terhadap malaikat? Apakah masih mengatakan ”Si Anu meninggal karena disantet Si Una?”. Padahal mencabut nyawa adalah tugasnya malaikat Ijroil, atas perintah Allah. Jika iman dengan adanya malaikat ’Atid yang mencatat amalan buruk, mengapa masih saja melakukan perbuatan dosa dengan sembunyi-sembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan iman terhadap kiamat? Apakah tergerus dengan pendapat banyak orang bahwa kiamat tahun 2012, padahal Allah-Rasul mengatakan tidak ada seorangpun yang tahu kapan kiamat akan datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan iman terhadap qodar? Jika beriman bahwa 50 ribu tahun sebelum langit bumi diciptakan, qodar setiap manusia sudah ditentukan, lalu mengapa masih saja tidak menerima ketika Allah memberi qodar yang tidak sesuai dengan harapannya? Dst., dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rukun Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Islam adalah 1-syahadat, 2-sholat, 3-zakat, 4-puasa, dan 5-haji. Terminologi rukun Islam berasal dari sebuah hadits tentang ”Buniyal Islam” alias bangunan dimana ada 5 pilar yang disebut diatas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana lafadz syahadat yang dibaca sedikitnya 9 kali setiap hari saat tahiyyat didalam sholat? Apakah sudah sesuai dengan lafadz yang ada di hadits?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pelaksanaan sholat wajib 5 waktu sebagai ’imaaduddiin pilarnya agama yang adalah kunci suksesnya hisaban di akhirat nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang hafidhohaa menjaga sholatnya maka menjaga pula kepada agamanya. Sebaliknya barangsiapa yang sholatnya dhoyya’ahaa amburadul, maka amburadul pula amalan-amalan agamanya. Jadi sholat adalah indikator utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sholat lebih sering berjamaah? Atau lebih sering menyendiri? Apakah lebih sering di masjid? Atau di rumah?  Apakah bacaannya berbagai surat dari Juz ’Amma atau ’qulhu lagi qulhu lagi’? Ini bukan isu tentang. Ini isu tentang fastabiqul khoirot berlomba kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hadits menyebutkan pahala sholat yang sudah berkeluarga adalah 25 kali lipat yang lajang. Maka itu alangkah du’afa di akhirat nanti mereka yang lajang dan sholatnya tidak berjamaah, tapi ‘Home Alone’ terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sholatnya selalu tepat di awal waktu? Atau sudah menjadi ahli sholat di-jama’ dzuhur akhir disambung ashar awal atau maghrib akhir disambung isa awal, tanpa udzur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah wudhu beberapa menit sebelum adzan sebagai bukti ketidak-sabaran untuk segera sholat menghadap Allah? Atau baru wudlu setelah qomat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih akut lagi adalah ketika tayangan iklan TV menjadi ’qomat’. Artinya, ketika adzan berkumandang dan conflict dengan tayangan favorit di TV, maka tidak ada gerakan meninggalkan TV. Ketika qomat, juga masih tidak beranjak dari TV. Baru ketika iklan ditayangankan, buru-buru mengambil wudhu, dan tergesa-gesa sholat. Itulah yang namanya diqomati iklan TV. Gawatnya, usai salam kembali menonton. Dzikir dan do’a sambil matanya melotot ke TV. Astaghfirullah wa masya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan zakat? Puasa Ramadhan? Haji? Apakah benar-benar belum nishob sehingga belum bisa menunaikan pergi ke tanah suci?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hablum Minannaasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tadi adalah hisab diri yang berhubungan dengan hablum minalloohi – hubungan dengan Allah. Bagaimana hisab diri tentang hablum minannaasi – hubungan dengan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang masih memiliki orang-tua, apakah menomor-sekiankan orang-tua sendiri, dikalahkah oleh yang lainnya? Padahal Nabi bersabda ridlor robbii fi ridlor waalid – ridlo Alloh bersama ridlo orangtua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang punya suami, apakah menomor-sekiankan suami sendiri, dikalahkan dengan yang lainnya? Apakah mempersungguh mencari predikat imroatus shoolihat – menyenangkan ketika dilihat, taat ketika diperintah, dan tidak pernah menyelisihi suami walaupun atas hal-hal yang membencikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan tetangga? Apakah boro-boro berkirim-kiriman makanan seperti di hadits Nabi, bertegur-sapapun dengan tetangga kiri-kanan pun tidak pernah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana takdzim terhadap kalangan ulama dan kalangan umaro? Apakah selama ini sudah menjadi warga yang baik yang taat kepada pemerintah yang sah? Lupa bahwa budi ashor adalah larangan, dan tentunya bakal dicatat malaikat ’Atid jika melanggarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perberat Mizan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tugas paling prioritas manusia adalah bagaimana memperberat mizan atau timbangan sehingga lebih banyak amal (’ain = ’amal) daripada dosa (jim = jurman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hanya dengan melaksanakan ibadah wajib yang dikerjakan karena Allah, sudah cukup sebagai jalan menuju kebahagiaan fid dunya wal aakhirat. Tetapi tentu saja menjadi manusia marjinal ’yang penting masuk sorga’ bukanlah yang diajarkan Nabi. Tidak hanya itu, mengamalkan hanya ibadah wajib saja masih memungkinkan tekor alias defisit alias bangkrut pahala. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena sholat wajib 5 waktu tidaklah mungkin sempurna.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa wudlunya tidak sempurna. Bayangkan, anggota wudlu yang terlewat terbasahi akan menjadi api neraka. Bisa waktunya molor. Wailul lil musholliin – neraka wail bagi yang sholatnya lalai. Bisa gerakannya tidak tumaninah. Bisa bacaannya tidak pas. Dst,. dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itulah Nabi mengajarkan sholat-sholat sunnah: sholat tahajjud di malam hari, sholat dhuha di waktu dhuha, sholat istikhoroh, sholat hajat, sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat wajib, sholat tahiyyatul masjid, sholat tasbih, sholat hifdzi, dll. Nah, tiba saatnya melakukan hisab diri: selama ini sholat-sholat sunnah apa saja yang biasa dikerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idem puasa sunnah: puasa senin-kamis, puasa 3 hari dalam seminggu, puasa dawud selang sehari, puasa arafah, dll. Ingin dibukakan salah satu pintu sorga yang bernama royyan? Hisab dirilah: jika ahli mengerjakan salah satu puasa sunnah, welcome. Jika tidak, sorry. Silahkan masuk dari gerbang lainnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang mampu menjadi hafidz atau hafal Al-Quran. Tidak apa tidak menjadi hafidz. Tapi berapa banyak surat-surat pendek, minimal untuk bacaan sholat, yang hafal di luar kepala? Mulai dari surat 114 an-naas, 113 al-falaq, 112 al-ikhlas, dst., dst. Minimal hafal sampai surat 87 al-a’la atau sabbihis yang paling sering dibaca di rakaat pertama dan surat 88 al-ghoosyiyah atau hal ataaka yang paling sering dibaca di rakaat kedua sholat Jum’at. Bukankah sholat Jum’at akan lebih khusyuk ketika bacaan-makna-keterangan kedua surat itu hafal diluar kepala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hisab diri paling baik tentu saja jika dilakukan setiap saat. Namun cobalah jelang tutup tahun ini lakukan hisab diri atas segala amal perbuatan selama setahun yang lewat. Buatlah di atas kertas kosong di bagian kanan daftar amal ibadah wajib dan sunnah yang dilakukan selama ini, dan buatlah di bagian kiri daftar amal-amal buruk yang dilakukan selama ini. Jangan pernah diperlihatkan kepada siapapun. Jangan sampai daftar pahala diketahui orang lain supaya karena Allah terus terjaga. Sebaliknya, jangan sampai daftar dosa diketahui orang, melainkan cukup Allah yang tahu, Dzat yang kepada-Nya seluruh makhluk memohon taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibuat daftar kiri-kanan, jangan terkejut kalau lebih panjang daftar sebelah kiri. Kecuali bagi mereka yang memperbanyak amalan-amalan ibadah sunnah. Akan lebih terkejut lagi kalau kedalam daftar itu dimasukkan faktor ’bobot’ dan ’nilai’ dari masing-masing amal ibadah wajib dan sunnah, dan perbuatan dosa. Betapa timbangan dosa akan jauh lebih berat daripada timbangan amal, jika tidak diimbangi dengan ibadah-ibadah sunnah. Tekor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nah, segeralah lakukan hisab diri. Mumpung akhir tahun. Tunggu apa lagi? Fa aina tadzhabuun? &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=457&amp;amp;Itemid=31&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-6286389167655466183?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/6286389167655466183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=6286389167655466183' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/6286389167655466183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/6286389167655466183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2011/04/hisab-diri.html' title='Hisab Diri'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-4760889871344298689</id><published>2010-04-14T01:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T01:37:19.729-07:00</updated><title type='text'>Harta Kekal vs Harta Sementara</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="http://nuansaonline.net/images/stories/hartaemas.jpg" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="0" height="198" hspace="6" width="246" /&gt;Alloh adalah Dzat yang menyedikan rezeki. Semua mahluk  mencari makanan-minuman hanya mengikuti naluri untuk mengenyangkan  perut, dan membuat sarang hanya untuk mengikuti naluri melindungi dari  panas matahari, hujan dan angin. Kecuali manusia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Manusia  beda. Rezeki tidak pernah dicari sekedar untuk mengenyangkan perut.  Tetapi dikumpulkannya. Ditumpuknya. Diakumulasi. Bru di juru bro di  panto ngalayah di tengah imah – ditumpuk di sudut ditumpuk di pintu  bertebaran di tengah rumah. Hanya Tarzan yang tinggal di rumah pohon.  Sedangkan manusia Indonesia lainnya minimal tinggal di BTN tipe 21.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika rezeki sandang-pangan-papan  pakaian-makanan-rumah sudah berlebih, itulah kira-kira definisi dari  yang namanya “harta”.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Wailul likulli humazatil  lumazah – neraka weil bagi yang menumpuk harta; allatii jama’alaw wa  ‘addadah – yaitu yang menumpuk harta dan menghitung-hitungnya; yahsabu  anna maalahuu akhladahu – menyangka sesungguhnya hartanya akan kekal.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua juga tahu, bahwa harta itu tidak akan kekal. Tapi  kenapa manusia terus mencari harta? Ingin menjadi kaya-raya, sih?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jurang Emas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak terhitung contoh bagaimana  manusia berlomba-lomba mencari harta. Tidak bisa dengan cara halal, cara  haram pun ditempuh. Dalam skala individu, skala keluarga, skala  masyarakat, bahkan skala negara. Harta terus diburu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun 2003  boleh saja Majalah Forbes menyebutkan Bill Gates sebagai orang terkaya  di dunia. Tapi siapa yang bisa mengalahkan harta Saddam Hussein pemimpin  negeri petrodollar Irak yang kaya minyak yang toh tahun 1990 masih  sempat-sempatnya menyerbu negara petrodollar Kuwait?.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa  manusia, tidak seperti mahluk lainnya, terus memburu harta?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan  heran, sebab sesuai bunyi sebuah hadits, jika kepada Anak Adam  diberikan satu jurang dari emas, maka dia akan mencari jurang kedua.  Itulah manusia. Sudah dapat sejengkal mau sehasta. Sudah dapat sehasta  mau sedepa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tsalabah adalah contoh manusia super miskin harta.  Solat berjamaahnya bersama Nabi selang-seling: subuh ke mesjid, dzuhur  absen, ashar ke mesjid, maghrib absen, dst. Selidik punya selidik dengan  ‘pola sholat berjamaah’ yang aneh seperti itu, ternyata Tsalabah hanya  punya 1 kain, sehingga harus gantian dengan isterinya datang sholat  berjamaah ke masjid. Saat yang satu ke mesjid, yang satu harus tinggal  di rumah. Bugil. Masya Allah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Qorun, di bahasa Indonesiakan  menjadi Karun, yang hidup di zaman Nabi Musa adalah contoh manusia super  kaya harta. Sampai-sampai kunci gudangnya saja, saking banyaknya,  dipikul 7 orang tidak mampu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tsalabah-Qorun adalah contoh ekstrim  kaya-miskin. Qorun jelas melimpah hartanya. Sampai sekarang siapa saja  yang menemukan harta terpendam, dinamakan menemukan Harta Karun.  Bagaimana dengan Tsalabah? Apakah ia mempunyai harta? Dengan mengambil  definisi diatas, ya. Tsalabah memiliki harta. Harta Tsalabah adalah  sepotong kain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah tidak boleh mencari harta? Tentu saja harus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harta  itu tergantung siapa pemiliknya. Jika pemiliknya orang jahat, dengan  harta yang dimilikinya akan semakin jahat. Jika pemiliknya orang pelit,  dengan harta yang dimilikinya akan semakin menjadi pelit. Sebaliknya,  jika pemiliknya orang baik, dengan harta yang dimilikinya akan semakin  menjadi orang baik, generous, dermawan. Begitu kata guru investor dunia  abad ini Robert Kiyosaki penulis buku “Rich Dad Poor Dad” dan pencipta  “Cash Flow Quadrant”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan pendekatan yang sama, jika harta  dimiliki orang saleh, maka akan semakin bertambah pula salehnya. Saat  akan berangkat perang, Nabi menanyakan siapa yang sanggup shodaqoh untuk  keperluan logistik? Lalu Utsman menyerahkan 400 unta lengkap dengan  peralatan perangnya. Masya Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Burung Dalam  Sangkar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manusia ibaratnya burung yang dimasukkan kedalam  sangkar. Umurnya dibatasi rata-rata 63 tahun. Setelah itu burung akan  dikeluarkan dari sangkar untuk selamanya. Sama sekali tidak ada  kesempatan untuk kembali masuk lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama di dalam sangkar,  burung diberi makanan dari luar sangkar. Sebagian burung ada yang  melahap habis makanannya, sebagian lagi ada makanan yang dilempar oleh  burung itu kembali ke luar sangkar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang terjadi ketika burung  keluar sangkar?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi burung yang memakan habis semua makanan saat  didalam sangkar, ketika keluar sangkar ya tidak punya apa-apa.  Sebaliknya, bagi burung yang mengirim balik rezekinya keluar sangkar,  ketika di luar sangkar akan menemukan makanan, bahkan berlipat-lipat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Burung  adalah perumpamaan ‘manusia’. Sangkar adalah ‘alam fana’. Diluar  sangkar adalah ‘alam baqa’. Saat keluar dari sangkar adalah ‘kematian’.   Makanan adalah ‘rezeki’, atau dalam arti yang lebih luas: ‘harta’.  Mengirim balik makanan keluar sangkar artinya ‘infaq-shodaqoh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi  manusia yang sebagian rezekinya dikeluarkan untuk infaq-shodaqoh, maka  di akhirat akan kaya raya. Sedangkan manusia yang tidak atau minim  infaq-shodaqoh makan di akhirat nanti akan miskin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari  perumpamaan diatas, nampak bahwa harta yang dihabiskan selama hidup  adalah harta sementara alias temporer alias ‘harta fana’, sedangkan  harta yang di infaq-shodaqoh kan adalah harta permanen, harta abadi,  ‘harta baqa’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Harta Bekal Jihad Penukar Sorga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Didalam  As-Shof Alloh berfirman: Hai orang-orang yang beriman, maukah kalian  Aku tunjukkan dengan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari  api neraka? Inilah caranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tu-minunna billaahi warosuulihi –  berimanlah kepada Alloh dan Rosul-Nya;&lt;br /&gt;wa tujaahiduuna fii  sabiilillaahi bi amwaalukum wa anfusakum – dan berjihadlah di jalan  Alloh dengan harta dan diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di ayat itu amwaal alias ‘harta’  disebut lebih duluan dari anfus alias ‘diri’. Jadi bukan sebaliknya.  Jihad tidak bisa hanya badan telanjang bulat. Minimal memakai baju.  Membawa perbekalan. Kalau zaman dulu syi’ar Islam dengan naik unta  membawa pedang. Kalau sekarang amar ma’ruf nahi munkar naik angkot  membawa tas berisi Al-Quran dan Al-Hadits, dan handphone.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Simak  firman Alloh berikut: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;al-jannatu daarii – sorga adalah desa-Ku;&lt;br /&gt;al-maalu  maali – harta adalah harta-Ku;&lt;br /&gt;fasytarul jannata bi-maalii – maka  tukarkanlah sorga-Ku dengan harta-Ku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mestinya bulu roma berdiri  bagi yang pertama mendengar hadits qudsi diatas. Betapa tidak? Surga  punya Allah. Harta punya Allah. Tukarkan harta punya Allah dengan sorga  punya Allah. Jadi modal manusia apa? Modal dengkul, bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah  Alloh perlu bantuan? Ya. Fiman Alloh: man tuqridullooha qordon hasanan –  barangsiapa yang meminjamkan hartanya kepada Alloh dengan pinjaman yang  baik, maka Alloh akan melipat-gandakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di hadits qudsi  disebutkan Alloh berfirman: Anfiq unfiq ‘alaika – berinfaqlah engkau  kepada-Ku maka Aku akan memberi infaq kepadamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mencari  Harta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masih kata Kiyosaki, ada 3 cara mendapatkan harta.  Pertama, menjadi anak orang kaya. Ini sulit, karena punya orang tua  kaya itu diluar kendali anak. Kedua, kawin dengan anak orang kaya. Ini  juga sulit, karena anak orang kaya biasanya idem, maunya kawin dengan  anak orang kaya, yang level. Yang mungkin lebih mudah adalah kawin  dengan duda kaya, atau janda kaya. Ketiga, bekerja keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara  ketiga itu juga sesuai dengan ilmu yang diajarkan di pesantren: kerja  mengpeng tirakat banter mujhid-muzhid. Sholat dhuha. Memperbanyak do’a  minta rezeki yang halalan thoyyiban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Allah jika rezeki masih  tergantung di langit, turunkanlah. Dan jika masih terpendam di dalam  bumi keluarkanlah. Dan jika masih susah, maka mudahkanlah. Dan jika  masih kotor, bersihkanlah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alloohumma in kaana rizqi fis samaa-i  fa anzilhu. Wa in kaana fil ardli fa akhrijhu. Wa in kaana mu’shiron fa  yassirhu. Wa in kaana harooman fsathohhirhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada banyak sekali  do’a baik dari Al-Quran maupun dari Al-Hadits tentang meminta rezeki.  Tinggal mengamalkannya saja. Sambil kerja keras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Harta  Abadi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manusia mati hanya dibungkus kain kafan. Semua akan  ditinggalkan untuk ahli warisnya. Harta dibagai sesuai ilmu faroidl.  Hutang dibagi sesuai kesepakatan, siapa ahli waris yang mampu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harta  yang akan dibawa menjadi bekal di akhirat, bukanlah harta yang  ditinggalkan, tetapi pertama, harta yang di infaq-sodaqoh kan semasa  hidup, kedua, harta yang dipakai sampai rusak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu ketika  seorang sohabat shodaqoh dan diletakkan di mesjid. Sohabat tersebut  kemudian mengamati dari jauh. Eh, ternyata yang mengambil shodaqohnya  itu seorang maling. Dengan perasaan tidak nyaman, keesokan harinya dia  kembali meletakkan shodaqohnya di mesjid, dengan harapan diambil orang  miskin. Eh, tenyata yang mengambil shodaqohnya bahkan lebih gawat lagi:  seorang PSK!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Merasa kecewa shodaqohnya tersalur ke manusia-manusia  seperti itu, dengan lesu sohabat tadi lalu lapor kepada Nabi. Bagaimana  jawaban Nabi? Ternyata shodaqohnya diterima. Itulah harta abadi yang  akan diperolehnya kembali di akhirat nanti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baju atau barang yang  dipakai sampai hancur, itulah harta yang akan ketemu menjadi miliknya di  akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana dengan hadiah? Hadiah termasuk shodaqoh. Jadi  jangan pernah menolak pemberian, demi memberi kesempatan kepada yang  memberikan untuk memperolehnya kembali di akhirat, sebagai hartanya yang  abadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Elmu tungtut dunya siar – pelajarilah ilmu,  carilah dunia. Itu kata orang tua buhun. Begitu keluar dari kandungan,  seorang bayi secara naluri akan mencari susu. Untuk mempertahankan  hidup. Oleh ibunya seorang anak kemudian diajari ilmu memburu, ilmu  mencari ikan, ilmu mencari buah-buahan. Itu zaman baheula. Sekarang  anak-anak disekolahkan, dikuliahkan. Mencari ilmu untuk bekal mencari  nafkah, bukan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk ukuran sekarang, lihatlah ketika seseorang  menginjak usia 30 tahun, akan mulai kelihatan bagaimana kondisi  “harta”nya. Sudah punya rumah? Sudah naik haji? Sudah punya kendaraan?  Lalu meningkat di usia 40 tahun, 50 tahun, dst.&lt;/p&gt;Yang tidak nampak  adalah, berapa banyak yang akan menjadi harta abadinya di akhirat nanti.  Akankah hartanya akan dihabiskan di dunia? Atau sebagian  diinfaq-shodaqohkan? Akankah hartanya hanya menjadi rebutan  ahli-warisnya? Atau di akhirat nanti akan menyambutnya dan menjelma  menjadi harta yang berlipat-lipat? Apakah hartanya akan dipakai keliling  dunia? Atau dipakai untuk bekal naik haji dan umroh? Apakah hartanya  hanya untuk membangun villa atau membeli apartemen? Atau hartanya  dipakai membangun mesjid sehingga Allah akan membangunkannya rumah di  sorga?&lt;br /&gt;http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=340&amp;amp;Itemid=31&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-4760889871344298689?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/4760889871344298689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=4760889871344298689' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/4760889871344298689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/4760889871344298689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2010/04/harta-kekal-vs-harta-sementara.html' title='Harta Kekal vs Harta Sementara'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-3480232548359818557</id><published>2009-01-28T17:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T17:54:36.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anomali'/><title type='text'>Anomali di dalam Islam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(51, 51, 51);   line-height: 16px; font-family:'Lucida Sans Unicode';font-size:11px;"&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 11px; font-weight: normal; "&gt;&lt;div id="fullarticle" style="font-size: 100%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="contentpaneopen" style="border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-width: initial; border-color: initial; border-collapse: collapse; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; width: 100%; "&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-size: 100%; "&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="100%" valign="top" style="font-size: 100%; "&gt;&lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;&lt;img src="http://nuansaonline.net/images/stories/missarab.jpg" width="201" height="157" hspace="6" alt="Image" title="Image" border="0" style="float: left; " /&gt;Pernahkah mendengar kalimat (1) seperti ini? “Beribadahlah dengan ikhlas, ridho. Jangan mengharap balasan apa-apa. Jangan mengharap balasan sorga. Semua serahkan kepada kemurahan Allah”. Atau kalimat (2) seperti ini? “Dulu hidupnya, sekolahnya, kuliahnya, kawinnya, bahkan hajinya, aku biayai.” Atau kalimat (3) seperti ini? “Aku banyak berhutang budi padamu. Aku tidak bisa membalasnya.” Atau kalimat (4) seperti ini? “Mari jihad fii sabilillah. Mari perangi orang kafir”. Atau kalimat (5) seperti ini? “Awas jemuran najis!” (atau benda selainnya yang sebetulnya bukan barang najis) Atau kalimat (6) seperti ini? “Bacaan Al-Quran anda bagus. Nasehat anda mantap” Atau kalimat (7) seperti ini? “Jilbab itu bukan ajaran Islam. Itu mah adat wanita Arab” dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;Anomali adalah penyimpangan dari hukum alam. Hukum gravitasi “memaksa” air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Api selalu bergerak dari temperatur tinggi ke temperatur rendah dan -selama tersedia oksigen- akan membakar barang yang bersentuhan dengannya. Manusia dijadikan dari sperma yang membuahi ovum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;Alam sangat taat terhadap hukum. Yang bisa melawan hukum alam hanyalah mukjizat. Musa membelah lautan, alias membuat air manjat. Ibrahim tidak terbakar api, bukan fireproof kebal-api seperti yang sering di claim jawara kanuragan masa kini, tetapi api yang dinyalakan Raja Namrud nya yang menjadi dingin. Isa bisa lahir tanpa pancaran nutfah. Itu semua anomali karena mukjizat Allah. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;Bagaimana dengan anomali terhadap hukum agama? Banyak sekali. Hebatnya, orang sering tidak sadar bahwa itu suatu anomali. Contohnya 7 kalimat diatas yang mari kaji satu persatu, backward mundur dari belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat (7) sering diucapkan justru oleh tokoh agama yang manahoreng – ternyata isteri dan anak-anak perempuannya tidak mengenakan jilbab. Padahal di Al-quran jelas perintahnya. Padahal di hadits Jawaazir diriwayatkan wanita di neraka digantung rambutnya. Adat cewek Arab? Adat apaaa-an? Nyatanya di event Miss Arab World 2007, hanya 3 dari 17 alias 18% saja gadis Arab yang mengenakan jilbab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat (6) maksudnya memberikan apresiasi kepada lawan bicara. Tetapi ternyata itu mencelakakan. Sabda Nabi: Qod qoto’ta ‘unuqo shoohibika ~ sungguh engkau telah memenggal leher saudaramu. Mengapa? Sebab orang yang dipuji bisa menjadi riya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat (5) adalah kalimat yang diucapkan oleh yang berpandangan bahwa segala benda itu najis, sampai terbukti suci. Padahal seharusnya menggunakan “dalil asal” bahwa segala benda itu suci, sampai terbukti najis. Bayangkan, pintu dibuka dengan diceumpal alias dilapisi sesuatu. Kursi, kasur, setir motor/mobil, semua dianggap najis. Uang -baik logam maupun kertas- dijemur setelah “disucikan”. Membeli cendol minta diluberkan sepertiganya. Walaupun dibayar 30% lebih banyak, lieur dah tuh tukang cendol. Itu adalah was-was yang akut. Mereka harus sering membaca surat perlindungan anti was-was: Surat An-Naas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab pernah berjalan dengan sohabat dan kecipratan air. Ketika sohabat mau bertanya air apa kepada orang yang menciprati, Umar melarang orang itu untuk menjawab. Begitulah Umar mempraktekkan “dalil asal”. Berapa tahun Nabi Muhammad hidup serumah dengan Abu Thalib? Adakah hadits yang mengatakan Nabi membasuh tangan setelah menyentuhnya? Adakah hadits Nabi “mensucikan” tali jemuran?. Orang musyrik di Al-Quran disebutkan najasun itu najis aqidah-nya, bukan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap segelintir kecil warga terhadap najis seperti itu berdampak kepada seakan-akan ajaran organisasi pengajian menajiskan orang lain yang bukan anggota organisasinya. Social cost alias ongkos sosial atas perbuatan itu sungguh harus dibayar mahal oleh seluruh anggota organisasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat (4) seakan ajakan jihad. Padahal, Pertama, perang itu tidak sembarangan, ada pra-kondisi yang harus dipenuhi. Kedua, ‘kafir’ yang bagaimana yang harus diperangi? Di bagian awal novel masyhur Ayat-Ayat Cinta, didalam bus kota di Kairo, Fahri bertengkar hebat melindungi kafir dzimmi dari penganiayaan orang Arab Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat anomali (3) itu bagaikan pisau bermata dua. Pertama, yang diberi suudzon seakan-akan orang yang memberi barang/jasa itu menghutangi. Padahal belum tentu. Kedua, yang memberi bisa terpengaruh. Jika niatnya menghutangi budi, ya semakin menjadi-jadi. Tetapi jika niat memberinya Karena Allah, bisa menjadi kapok tidak mau memberi lagi, karena kalimat anomali itu bisa merusak niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika diberi sesuatu, yang terbaik adalah mendo’akan semoga Allah membalas kebaikan: “jazaakalloohu khoiro” atau “jazaakillaahu khoiro” atau “jazaakumulloohu khoiro” atau “jazaahumulloohu khoiro”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat anomali (2) adalah kalimat riya, atau mengungkit-ungkit jika maksud ucapannya untuk memperoleh balasan atas kebaikan yang pernah dilakukannya. Padahal firman Allah: laa tubtilu shodaqootikum bil manni wal adza ~ janganlah membatalkan shodaqohmu dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa kalimat (1) pun dianggap sebagai sebuah kalimat anomali?&lt;br /&gt;Setiap pagi dan sore, serombongan Malaikat take-off meninggalkan bumi, melesat menuju ke langit, melapor kepada Allah. Lalu terjadilah tanya-jawab yang terbagi dalam 3 episode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode awal:&lt;br /&gt;“Wahai Malaikat, pada saat engkau meninggalkan mereka, apa yang sedang mereka ucapkan?” tanya Allah. “Mereka membaca subhaanallooh, alhamdulillaah, laa ilaa illalloohu, dan alloohu akbar” jawab Malaikat.&lt;br /&gt;“HAL ROAUNII? Apakah mereka melihat kepada-Ku”&lt;br /&gt;“Demi Allah, mereka tidak melihat-Mu, Ya Allah”&lt;br /&gt;“Bagaimana seandainya mereka melihat kepada-Ku?”&lt;br /&gt;“Jika mereka melihat kepada-Mu, tentu akan lebih sangat lagi mensucikan-Mu, memuji-Mu, meng-Esakan-Mu, dan meng-Agungkan-Mu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode tengah:&lt;br /&gt;“Wahai Malaikat, apa yang mereka minta dari-Ku?” tanya Allah&lt;br /&gt;“Mereka minta sorga” jawab Malaikat.&lt;br /&gt;“HAL ROAUHA? Apakah mereka melihat kepada sorga?”&lt;br /&gt;“Demi Allah, mereka belum pernah melihat kepada sorga”&lt;br /&gt;“Bagaimana seandainya mereka pernah melihat sorga?”&lt;br /&gt;“Seandainya mereka pernah melihat sorga, tentu akan lebih sangat lagi mengharapkannya, dan akan lebih sangat lagi mencarinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode akhir:&lt;br /&gt;“Wahai Malaikat, apa yang mereka minta berlindung kepada-Ku”&lt;br /&gt;“Mereka berlindung daripada neraka”&lt;br /&gt;“HAL ROAUHA? Apakah mereka pernah melihat neraka?”&lt;br /&gt;“Demi Allah, mereka tidak pernah melihat neraka”&lt;br /&gt;“Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka?”&lt;br /&gt;“Seandainya mereka pernah melihat neraka, tentu akan lebih sangat lagi menta berlindung darinya, dan akan lebih sangat lagi larinya darinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin termasuk golongan yang dilaporkan dua kali sehari setiap subuh dan ashar?&lt;br /&gt;Pertama, sholatlah tepat waktu, sehingga ketika malaikat lapor, memang disaksikan sudah atau sedang sholat. Kedua, jangan malu: mintalah masuk sorga. Ketiga, jangan ragu: mintalah selamat dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil aqli alias konsekwensi logis dari orang yang tidak pernah minta masuk sorga -seperti diyakini sebagian kalangan- berdasarkan hadits panjang belum termasuk sanad diatas, adalah orang itu tidak termasuk yang dilaporkan Malaikat kepada Allah. Nah, loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru 7 contoh. Ada seabrek anomali hukum agama dalam kehidupan sehari-hari, yang seolah-olah benar, padahal menjerumuskan. Sepertinya OK, padahal NO. Barangkali perlu ada buku “1001 Anomalislamology” atau ilmu 1001 anomali didalam Islam.&lt;br /&gt;Jika anomaly hukum alam bisa dijelaskan dengan ilmu-ilmu dasar matematika-fisika-kimia-biologi, maka dengan apa anomali-anomali hukum agama bisa dikenali? Dengan mengaji Quran dan Hadits, bacaan-makna-keterangan secara kaaffah, paripurna!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, segera booking, tuh, muballigh/muballighot. Kebut khatamkan kitab-kitab Quran dan Hadits. Masih menunggu apa lagi? Ini sudah Desember 2008. Quota umur sudah minus 1 tahun. Bagaimana pula dengan program Qori? &lt;br /&gt;Fa Aina Tadzhabuun?  &lt;strong&gt;(oleh: Teddy Suratmadji))&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-size: 100%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=164&amp;amp;Itemid=31"&gt;http://nuansaonline.net/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=164&amp;amp;Itemid=31&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-3480232548359818557?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/3480232548359818557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=3480232548359818557' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/3480232548359818557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/3480232548359818557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2009/01/anomali-di-dalam-islam.html' title='Anomali di dalam Islam'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-2126442107202201818</id><published>2008-09-11T19:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T19:35:51.627-07:00</updated><title type='text'>MUI: Beragama Terlalu Saklek Tidak Dibenarkan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(24, 24, 24);   font-family:Arial;font-size:12px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2008/09/11/161912/1004622/158/mui-beragama-terlalu-saklek-tidak-dibenarkan"&gt;http://www.detiknews.com/read/2008/09/11/161912/1004622/158/mui-beragama-terlalu-saklek-tidak-dibenarkan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/09/11/158/Umar_Shihab_bsr_dalem.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" border="0" alt="" /&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Kekerasan dengan mengatasnamakan agama kerap terjadi. Biasanya hal ini terjadi karena pemeluk agama terlalu saklek menginterpretasikan perintah agamanya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar agama tidak dipraktekkan secara saklek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlalu saklek juga tidak bisa dibenarkan. Kalau mau saklek, juga tetap harus menggunakan akal pikiran," kata Ketua MUI Umar Shihab saat berbincang dengan detikcom baru-baru ini. Berikut petikannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kerap muncul tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama Islam. Yang terakhir misalnya insiden Monas yang kini masuk persidangan. Bagaimana ini, Pak?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak pernah mentolelir kekerasan. Apalagi kita tinggal di negara hukum. Kalau ada yang melanggar harus selalu ditindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita juga tidak bisa membiarkan kezaliman merajalela. Kita juga tidak bisa membiarkan kemaksiatan dibiarkan berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dalam bulan puasa ada ormas yang melakukan penyerbuan tempat hiburan. Mengapa bisa seperti itu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bila puasa ada orang-orang menyerbu tempat hiburan malam, itu  karena sudah melapor tapi tetap dibiarkan oleh pemerintah. Jadi kita imbau pemerintah daerah juga lebih memperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tapi apakah dibenarkan tindakan kekerasan dengan dalih untuk membela agama?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak. Tapi kita imbau pemerintah jangan terlalu lama membiarkan&lt;br /&gt;kemaksiatan. Orang juga bosan kalau hanya melapor tanpa ditindak. Tapi yang pasti, apapun alasannya, kekerasan tidak bisa dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karena kekerasan atas nama agama sering terjadi, ada pendapat agar kita beragama secara kritis. Bagaimana menurut MUI?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu saklek, juga tidak bisa dibenarkan. Sebenarnya sikap toleransi, itu boleh-boleh saja. Kalau mau saklek, juga tetap harus menggunakan akal pikiran. Misalnya kita diwajibkan puasa, tapi kesehatan kita tidak memungkinkan, tapi tetap nekat puasa itu tidak boleh. Kan kita boleh tidak berpuasa jika memang tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, membuat intepretasi baru, itu boleh-boleh saja. Itu tidak dilarang asal dengan ketentuan dan memiliki syarat yang ditentukan. Dan itu bisa berbeda-beda dari masa ke masa. Bisa berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk hal-hal tertentu, Islam memang bisa saklek. Misalnya, perempuan tidak boleh puasa saat haid. Terus kalau, laki-laki juga minta nggak puasa di waktu tertentu, itu tidak boleh.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-2126442107202201818?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/2126442107202201818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=2126442107202201818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/2126442107202201818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/2126442107202201818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2008/09/mui-beragama-terlalu-saklek-tidak.html' title='MUI: Beragama Terlalu Saklek Tidak Dibenarkan'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-7474123217924138112</id><published>2008-09-08T19:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T19:45:11.264-07:00</updated><title type='text'>Sambutan Presiden SBY</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(65, 65, 65); font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 19px; "&gt;&lt;h2 style="padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; color: rgb(0, 145, 147); margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 18px; margin-left: 0px; font-family: Georgia, serif; font-size: 1.6em; font-weight: normal; clear: both; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(27, 166, 178);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(65, 65, 65); font-family: Arial; font-size: 12px; "&gt;&lt;a href="http://www.ldii.or.id/content/view/72/1/lang,id/" target="_blank" style="text-decoration: none; color: rgb(108, 140, 55); "&gt;http://www.ldii.or.id/content/view/72/1/lang,id/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="entry" style="overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 40px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Sebelum memulai sambutannya beliau dg nada santai mengatakan bhw&lt;br /&gt;Soal rokok saya ikut LDII alias tidak merokok….. hadirin pd ketawa he he…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;“Assalamua’alaikum wr wb&lt;br /&gt;Pak Abdullah sayaam dan kawan-kawan LDII yang saya mulyakan, setelah kita merancang silaturrohim ini beberapa kali akhirnya hari ini bisa saya ucpkan terima kasih bisa bertemu saya atas nama negara dan pemerintah dan pribadi menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian LDII selama ini sejak berdirinya thn 1972 harapan saya peran LDII terus dilanjutkan dan ditingkatkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Kami ingin partnership bukan hanya di bidang dakwah tapi juga bidang lain-lain hingga dapat terwujudnya kesejahteraan bagi bangsa dan bagi ummat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Saya mendorong kegiatan dakwah untuk menyelamatkan ummat dari globalisasi dengan mewujudkan kehidupan yang islami dan religius.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;sebagai lembaga dakwah betul-betul harus bisa nengajarkan yang sebenar-benarnya yang bersumber dari qur’an dan hadits. Manakala ada yang keliru maka segera diluruskan dengan penuh tanggungjawab dan baik (maksudnya tidak anarkis). Disitulah keagungan islam.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Bulan Maret yang lalu pertemuan puncak Islam (bersama menag) di Sinegal. Diadopsi piagam OKI sebagai implementasi piagam mekah kita dianjurkan mengamalkan islam yang agung yang penuh dengan kasih sayang, civilized harmoni dan toleran.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Negara-negara OKI merekomendasikan untuk terus melanjutkan agenda-agenda memperluas partisipasi politik, hak2 asasi, dan perangi korupsi. Piagam mekah dan piagam OKI relevan dengan apa yang kita jalankan selama ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Saya ajak LDII mari kita membagun negeri ini dengan tegar, sabar, tawakkal&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Saya mendukung apa yang disampaikan oleh LDII. Terus dilanjutkan. Itu adalah agenda yang sangat mulia kalau dilakukan luar biasa pahalanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Appresiasi LDII kepada pemerintah, itu sudah tugas pemerintah dan terus kita lanjutkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Saya ingin menyampaikan juga bahwa banyak pemimpin dunia apakah dari Islam atau non muslim sangat berharap peran indonesia dalam tata kehidupan dunia yang tenang. Indonesia dikenal sebagai negara yang berpenduduk muslim moderat dengan memiliki soft power dan tidak perlu harus berperang dalam menyelesaikan suatu masalah. Kita menyelesaikan aceh, poso dengan cara elegant dan bermartabat.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Dunia jadi nyaman dengan peran kita maka mari LDII ikut berperan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Forum ekonomi Islam sedunia yang diselenggarakan setiap tahun ketuanya Tun Musa Hitam memberi kesempatan kepada Indonesia sebagai tuan rumah dalam world forum dan saya minta LDII diundang.(Presiden langsung memerintahkan kepada menteri agama)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Menggalang solidaritas muslim sedunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Islam, PS, NKRI, religius&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Rajutlah kemitraan dan kerjasaama antara LDII dan pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Dulu orang bilang LDII ini eksklussif ternyata tidak, Pak harto besar kontribusinya membangun LDII&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Apakah 2009 masih maju?&lt;br /&gt;saya pernah ditanya ramadhan tahun lalu jawaban saya, saya akan lihat nanti pada saatnya setelah pemilu legislatif. Mana yang membawa kebaikan? Kalau membawa kebaikan saya akan maju. Dan kalau rakyat masih menghendaki, bismillah saya akan maju lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Setelah saya renungkan bahwa setiap pemimpin harus sanggup menghadapi segala hujatan. Maka dengan harapan membawa kebaikan saya siap maju.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Saya memghormati Bung Karno dan pak harto. Karena ternyata membangun Indonesia tidak ringan.”&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;Demikian pesan yang bisa kami rangkum.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 18px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-7474123217924138112?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/7474123217924138112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=7474123217924138112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/7474123217924138112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/7474123217924138112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2008/09/sambutan-presiden-sby.html' title='Sambutan Presiden SBY'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-7778670740323866338</id><published>2008-09-03T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T02:22:38.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ldii'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abdullah Syam'/><title type='text'>Presiden Menerima Pengurus LDII</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"   style="  line-height: 17px; font-family:Arial;font-size:12px;"&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; "&gt;&lt;a href="http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/08/28/3435.html"&gt;http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2008/08/28/3435.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; "&gt;Kamis, 28 Agustus 2008, 17:00:34 WIB&lt;/p&gt;&lt;h3 style="font-size: 15px; margin-top: -2px; margin-bottom: -2px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="imagedetail" style="width: 240px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 120%; color: rgb(51, 51, 51); float: left; display: block; font-style: italic; font-size: 11px; margin-bottom: 3px; "&gt;&lt;img width="220" src="http://www.presidensby.info/imageD.php/3435.jpg" alt="Presiden SBY menerima pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kantor Presiden,  hari Kamis ( 28/8) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)" style="margin-top: 0px; margin-right: 7px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-width: 2px; border-right-width: 2px; border-bottom-width: 2px; border-left-width: 2px; padding-top: 1px; padding-right: 1px; padding-bottom: 1px; padding-left: 1px; " /&gt; &lt;br /&gt;Presiden SBY menerima pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kantor Presiden, hari Kamis ( 28/8) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)&lt;/div&gt;Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis ( 28/8) sore menerima Ketua Umum PP Lembaga Dakwah Islam Indonesia Prof.Dr.Ir.KH. Abdullah Syam, beserta beberapa pengurus LDII lainnya, di Kantor Kepresidenan. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai hal, termasuk kegiatan LDII baik secara makro maupun mikro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasetyo Sunaryo, juru bicara LDII kepada wartawan mengatakan, "Ada tiga yang laporkan kepada Presiden, pertama sebagai lembaga dakwah pendekatan yang dilakukan LDII kepada masyarakat adalah &lt;i&gt;amar m`aruf nahi munkar&lt;/i&gt;, artinya apa yg baik kita sampaikan dan apa yang harus kita perbaiki kita sampaikan juga. Kedua tentang harapan-harapan LDII, dan ketiga kami menjelaskan posisi LDII,” kata Parsetyo Sunaryo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kami juga menyampaikan usulan agar ada komunikasi horisontal antara umat Islam, maupun dengan umat beragama lainnya. Perlu dikembangkan pula agar kerukunan keharmonisan tetap terjaga, dan itu memang sesuai dengan visi dan misi LDII. Kami juga menyampaikan kegiatan LDII yang bersifat makro dan mikro seperti dalam bidang pertanian, lingkungan hidup dan kegiatan sehari hari,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia, awalnya bernama Yakari (Yayasan Karyawan Islam), didirikan tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya. Pada msyawarah YAKARI tahun 1981, nama YAKARI diganti Lemkari (Lembaga Karyawan Islam). Pada tahun 1990 saat berlangsungnya Musyawarah Besar LEMKARI ke IV di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, atas saran Rudini yang saat itu manjadi mendagri, organisasi ini diubah namanya menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dengan alasan agar namanya tak sama dengan Lembaga Karatedo Indonesia yang juga berama LEMKARI. (win)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-7778670740323866338?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/7778670740323866338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=7778670740323866338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/7778670740323866338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/7778670740323866338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2008/09/presiden-menerima-pengurus-ldii.html' title='Presiden Menerima Pengurus LDII'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7713802198637952432.post-368307094923735365</id><published>2008-09-03T20:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T20:12:17.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mui'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ldii'/><title type='text'>Tepis Stigma Sesat, LDII Komunikasi dengan MUI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: 12px; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/21/1/120880/tepis-stigma-sesat-ldii-komunikasi-dengan-mui"&gt;http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/21/1/120880/tepis-stigma-sesat-ldii-komunikasi-dengan-mui&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; -&lt;/strong&gt; Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prasetyo Sunaryo mengakui pihaknya seringkali mendapat stigma sebagai Islam sesat. Oleh karena itu, untuk menepis anggapan sebagai Islam sesat pihaknya berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Upaya kita untuk hal itu melalui penerbitan (media massa red) agar supaya ada perimbangan,"kata Prasetyo di Jakarta, Sabtu, (21/6/2008). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, LDII juga kerap melakukan silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Kita juga bersilaturahmi dengan sesama ormas Islam selain dengan MUI," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menyinggung saluran politik bagi LDII dalam pemilu 2009, Prasetyo menjelaskan pihaknya membebaskan kader LDII untuk memilih parpol yang dianggap sesuai dengan hati nuraninya. "Itu telah sesuai dengan keputusan Munas yang kita lakukan,"pungkasnya. &lt;b&gt;(Iman Rosidi/Trijaya/uky)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7713802198637952432-368307094923735365?l=ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/feeds/368307094923735365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7713802198637952432&amp;postID=368307094923735365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/368307094923735365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7713802198637952432/posts/default/368307094923735365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ldii-cipayung-jakarta-timur.blogspot.com/2008/09/tepis-stigma-sesat-ldii-komunikasi.html' title='Tepis Stigma Sesat, LDII Komunikasi dengan MUI'/><author><name>Igun</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
